Desak Karhutla Palangkaraya Ditangani Lebih Serius, Andina Narang: Jangan Cuma Waspada! | katamuda.com

Desak Karhutla Palangkaraya Ditangani Lebih Serius, Andina Narang: Jangan Cuma Waspada!

Anggota Komisi I DPR RI, Andina Narang
Desak Karhutla Palangkaraya Ditangani Lebih Serius, Andina Narang: Jangan Cuma Waspada!

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kembali menjadi perhatian. Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Andina Thresia Narang, mendorong pemerintah bergerak lebih cepat dan memperkuat kolaborasi lintas daerah agar karhutla tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga.


Dorongan tersebut disampaikan Andina saat menerima audiensi Komisi II DPRD Kota Palangkaraya terkait kondisi dan kebutuhan pembangunan daerah di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).


Menurut Andina, kondisi karhutla yang berkembang cepat membutuhkan respons yang sebanding. Ia meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada status kewaspadaan, tetapi berani meningkatkan kesiapsiagaan apabila kondisi di lapangan memang semakin mengkhawatirkan.


“Kalau cuma waspada-waspada saja, menurut saya kurang cepat penanganannya. Teman-teman DPRD Kota Palangkaraya harus bisa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan wali kota untuk cepat menaikkan ini ke Siaga 1,” ujar Andina.


Jangan Saling Lempar, Saatnya Kolaborasi


Andina menilai penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Sebelumnya, sempat muncul perbedaan informasi mengenai sumber persoalan karhutla antara Kota Palangkaraya dan Kabupaten Pulang Pisau.


Menurutnya, situasi tersebut justru harus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah kota, dan pemerintah provinsi.


“Kemarin pembicaraan dengan Pak Kapolda, ini memang harus bekerja sama. Kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan juga provinsi,” tegas legislator Fraksi Partai NasDem yang juga duduk di Komisi I DPR RI tersebut.


Bagi Andina, ketika karhutla sudah berdampak luas, yang dibutuhkan bukan lagi perdebatan mengenai siapa yang paling bertanggung jawab, melainkan siapa yang paling cepat bergerak.


Ia juga menilai status penanganan harus disesuaikan dengan perkembangan situasi. Sebab, kondisi darurat membutuhkan dukungan sumber daya manusia, peralatan, hingga anggaran yang memadai.


Andina Siap Bawa Persoalan Karhutla ke DPR


Andina memastikan persoalan karhutla di Kalimantan Tengah akan terus dikawal. Ia bahkan membuka peluang untuk membawa isu tersebut ke Komisi VIII DPR RI melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak-pihak terkait.


Menurutnya, persoalan karhutla di Kalimantan Tengah sudah membutuhkan perhatian lintas sektor dan tidak bisa dianggap sebagai persoalan musiman semata.


“Kami mau berkomitmen untuk Kota Palangkaraya dan Kalimantan. Kami mau berkolaborasi untuk datang ke Komisi VIII. Kita melakukan RDP mungkin, di mana kita harus menyatakan bahwa Kalimantan ini sudah sangat parah,” pungkas Andina.


Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Penanganan karhutla juga harus dilakukan secara terintegrasi agar dampaknya terhadap kesehatan warga, lingkungan, aktivitas ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat dapat ditekan.


Bagi Andina, karhutla bukan waktunya saling tunggu. Saat asap mulai datang dan api mendekati permukiman, respons pemerintah harus lebih cepat daripada penyebaran apinya.


0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *.

Loading...
Tidak Ada Komentar