Jakarta – Fenomena komentar spam berisi promosi judi online yang semakin marak di media sosial mendapat sorotan dari Anggota Komisi I DPR RI, Cindy Monica. Ia menilai praktik tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan pengguna internet, tetapi juga menjadi ancaman serius karena berpotensi menjaring korban baru, terutama dari kalangan generasi muda.
Belakangan ini, kolom komentar
berbagai platform media sosial dipenuhi akun-akun yang mempromosikan situs judi
online, membagikan tautan mencurigakan, hingga menawarkan iming-iming
kemenangan instan. Praktik tersebut bahkan menyasar unggahan tokoh publik,
media massa, instansi pemerintah, hingga komunitas dengan jumlah pengikut yang
besar.
"Kolom komentar yang
seharusnya menjadi ruang diskusi dan interaksi positif kini banyak disusupi
promosi judi online. Ini bukan sekadar gangguan digital, tetapi bagian dari
upaya penyebaran praktik ilegal yang dapat merugikan masyarakat," ujar Cindy
Monica, Rabu (24/6/2026).
Sebagai anggota Komisi I DPR RI
yang membidangi komunikasi dan digital, Cindy menilai para pelaku judi online
terus mencari cara baru untuk menjangkau calon korban. Jika sebelumnya
mengandalkan situs dan iklan digital, kini mereka memanfaatkan kolom komentar
sebagai jalur promosi yang lebih sulit terdeteksi.
Menurutnya, kondisi ini
menunjukkan bahwa pemberantasan judi online tidak bisa hanya mengandalkan
pemblokiran situs semata. Dibutuhkan pengawasan yang lebih adaptif, peningkatan
literasi digital masyarakat, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, platform
digital, dan masyarakat.
"Perang melawan judi online
tidak cukup hanya dengan pemblokiran situs. Modus penyebarannya terus
berkembang, termasuk melalui kolom komentar media sosial. Karena itu,
pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan dan mengikuti perkembangan
teknologi," tegas Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Cindy juga mengingatkan
masyarakat, khususnya anak muda yang aktif bermedia sosial, untuk tidak mudah
tergiur dengan janji keuntungan instan yang ditawarkan akun-akun anonim. Ia
mengimbau pengguna internet agar lebih kritis sebelum mengklik tautan yang mencurigakan.
"Jangan mudah tergoda dengan
iming-iming cuan cepat. Kalau menemukan komentar atau akun yang mempromosikan
judi online, segera laporkan agar tidak semakin banyak orang yang menjadi
korban," katanya.
Menurut Cindy, menjaga ruang
digital yang sehat bukan hanya tugas pemerintah atau platform media sosial,
tetapi tanggung jawab bersama seluruh pengguna internet.
Ia berharap media sosial dapat
kembali menjadi ruang yang aman untuk belajar, berkreasi, berdiskusi, dan
membangun hal-hal positif, bukan dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran
aktivitas ilegal yang merusak masa depan generasi muda.
"Ruang digital harus menjadi
tempat tumbuhnya kreativitas, edukasi, dan produktivitas. Jangan sampai
internet kita dikuasai konten-konten yang merugikan masyarakat. Ini tanggung
jawab kita bersama untuk menjaganya tetap aman dan sehat," pungkas Cindy
Monica.
0 Komentar