Jakarta— Gangguan listrik yang meluas di Batam menjadi alarm serius bagi keandalan infrastruktur energi di kawasan strategis nasional. Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia, mendesak pemerintah dan PT PLN Batam mempercepat pemulihan pasokan listrik secara merata sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan.
Menurut Shanty, listrik bukan sekadar soal lampu menyala. Di baliknya, ada aktivitas warga, layanan rumah sakit, distribusi air bersih, hingga roda ekonomi yang harus tetap berjalan. Karena itu, pemulihan tidak boleh setengah-setengah atau membiarkan masyarakat terdampak terlalu lama.
“Menyusul gangguan listrik yang meluas di Batam, pemulihan pasokan harus menjadi prioritas bersama. Pemerintah dan PLN Batam perlu memastikan seluruh wilayah kembali mendapatkan layanan listrik yang optimal agar aktivitas masyarakat tidak berlarut-larut terganggu,” ujar Shanty dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Shanty mengapresiasi penanganan yang dilakukan di lapangan. Namun, menurutnya, memulihkan listrik saja tidak cukup—akar persoalannya juga harus dituntaskan. Gangguan ini perlu menjadi momentum untuk memeriksa kondisi infrastruktur, mengidentifikasi titik rawan, dan memperkuat sistem agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami mendorong pemerintah dan PLN Batam melakukan pemeriksaan serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi potensi kerawanan, mencegah gangguan berulang, dan memastikan pasokan listrik tetap andal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Batam merupakan salah satu kawasan ekonomi strategis nasional. Pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri, kepastian usaha, dan kepercayaan investor. Gangguan yang berulang bukan hanya berpotensi menghambat aktivitas warga, tetapi juga dapat mengganggu produktivitas dunia usaha.
Karena itu, Shanty mendorong sinergi pemerintah, PLN Batam, dan seluruh pemangku kepentingan agar pemulihan berjalan sampai tuntas, disertai langkah pencegahan yang terukur. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari sistem kelistrikan yang belum cukup tangguh.
Bagi Shanty, target akhirnya bukan sekadar listrik kembali menyala, melainkan layanan energi yang stabil, merata, dan bisa diandalkan. Dengan sistem kelistrikan yang lebih kuat, Batam dapat menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mempertahankan daya saingnya sebagai tujuan investasi.
0 Komentar