Harga Pertamax Naik, Shanty Alda Minta Pemerintah Jaga Dompet Kelas Menengah | katamuda.com

Harga Pertamax Naik, Shanty Alda Minta Pemerintah Jaga Dompet Kelas Menengah

Shanty Alda Nathalia, Anggota DPR RI Komisi XII
Harga Pertamax Naik, Shanty Alda Minta Pemerintah Jaga Dompet Kelas Menengah

Jakarta – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax kembali menjadi perhatian publik. Merespons hal tersebut, Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, meminta pemerintah segera memperkuat strategi pengamanan pasokan energi yang lebih kompetitif dan efisien agar gejolak harga energi global tidak terus membebani masyarakat.


Menurut Shanty, penyesuaian harga memang merupakan konsekuensi dari dinamika pasar energi dunia. Namun, pemerintah tetap perlu mencari solusi jangka panjang agar fluktuasi harga internasional tidak langsung berdampak pada pengeluaran masyarakat.


"Pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk memperoleh pasokan energi yang lebih kompetitif dan efisien, sehingga gejolak harga global tidak langsung menekan masyarakat," ujar Shanty, Rabu (10/6/2026).


Ia menyoroti pengguna Pertamax yang mayoritas berasal dari kelompok menengah. Berbeda dengan penerima BBM subsidi, kelompok ini kerap menghadapi kenaikan biaya hidup tanpa mendapatkan bantalan bantuan langsung dari pemerintah.


Menurut Shanty, kenaikan biaya transportasi dan mobilitas berpotensi mengurangi kemampuan belanja rumah tangga. Padahal, konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.


Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan dampak kenaikan BBM non-subsidi tidak meluas ke sektor lain. Ada tiga hal yang dinilai perlu menjadi fokus utama, yakni menjaga inflasi tetap terkendali, memastikan harga kebutuhan pokok stabil, dan menjamin distribusi barang serta jasa tetap lancar.


"Daya beli masyarakat harus tetap dijaga. Jangan sampai kenaikan biaya energi memicu efek domino yang semakin memberatkan kehidupan sehari-hari," tegasnya.


Untuk jangka panjang, Shanty mendorong percepatan diversifikasi energi baru terbarukan dan peningkatan efisiensi rantai pasok energi nasional. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan ketahanan energi yang kuat sekaligus melindungi kondisi ekonomi masyarakat.


"Ketahanan energi dan perlindungan daya beli harus berjalan beriringan. Tujuannya agar ekonomi tetap tumbuh tanpa membuat masyarakat semakin terbebani," pungkasnya.


0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *.

Loading...
Tidak Ada Komentar