30 Tahun Kudatuli, Apriliani Ingatkan Kader Jangan Lupakan Akar Perjuangan | katamuda.com

30 Tahun Kudatuli, Apriliani Ingatkan Kader Jangan Lupakan Akar Perjuangan

Anggota DPRD Kota Kendari, Apriliani Puspitawati
30 Tahun Kudatuli, Apriliani Ingatkan Kader Jangan Lupakan Akar Perjuangan

Kendari – Tiga dekade setelah Tragedi Kudatuli, semangat perjuangan dinilai tidak boleh berhenti menjadi catatan sejarah. Bagi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kendari, Apriliani Puspitawati, peristiwa 27 Juli 1996 menjadi pengingat bahwa politik sejatinya harus dijalankan dengan keberanian, kejujuran, dan keberpihakan kepada rakyat.


Hal itu disampaikan Apriliani dalam rangka memperingati 30 Tahun Tragedi Kudatuli, yang menurutnya menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen ideologis kader PDI Perjuangan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.


"Politik yang berlandaskan kebenaran, keadilan, kemanusiaan, dan kebudayaan harus menjadi napas perjuangan setiap kader PDI Perjuangan," ujar Apriliani, Jumat (24/7/2026).


Menurutnya, Kudatuli bukan sekadar peristiwa sejarah yang dikenang setiap tahun. Lebih dari itu, tragedi tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia yang mengajarkan bahwa memperjuangkan kebenaran tidak pernah lahir dari jalan yang mudah.


Politisi muda Sulawesi Tenggara itu mengatakan, arahan DPP PDI Perjuangan menjadikan peringatan Kudatuli sebagai ruang refleksi ideologis agar seluruh kader terus menjaga karakter perjuangan yang berpihak kepada rakyat.


"Kudatuli mengajarkan bahwa menegakkan kebenaran dan keadilan membutuhkan keberanian, keteguhan, kesabaran, serta keyakinan terhadap cita-cita bangsa. Nilai-nilai itu harus terus hidup dalam setiap langkah perjuangan kader," tegasnya.


Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, kader partai dituntut tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga tetap berpegang teguh pada nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi demokrasi.


Bagi Apriliani, politik bukan sekadar soal memenangkan kontestasi, melainkan menghadirkan keberpihakan nyata kepada wong cilik melalui kerja-kerja yang berlandaskan integritas dan kemanusiaan.


"Perjuangan tidak boleh berhenti hanya pada kemenangan politik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai kebenaran terus menjadi arah dalam setiap pengabdian kepada rakyat," katanya.


Melalui peringatan 30 tahun Kudatuli, Apriliani berharap semangat perjuangan demokrasi terus diwariskan kepada generasi muda agar sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi inspirasi untuk menjaga demokrasi yang sehat, inklusif, dan berkeadilan.


"Generasi muda perlu memahami bahwa demokrasi yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang. Karena itu, tugas kita adalah merawatnya dengan keberanian, integritas, dan semangat untuk terus berpihak kepada rakyat," pungkasnya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *.

Loading...
Tidak Ada Komentar