Politisi Muda Rina Sa'adah: Jangan Sampai Karantina RI Ketinggalan! Laboratorium dan SDM Harus Naik Level | katamuda.com

Politisi Muda Rina Sa'adah: Jangan Sampai Karantina RI Ketinggalan! Laboratorium dan SDM Harus Naik Level

Anggota DPR RI Komisi IV, Rina Saadah
Politisi Muda Rina Sa'adah: Jangan Sampai Karantina RI Ketinggalan! Laboratorium dan SDM Harus Naik Level

Tangerang – Di balik lancarnya ekspor dan impor Indonesia, ada satu garda terdepan yang sering luput dari perhatian, yakni Badan Karantina Indonesia (Barantin). Mulai dari memastikan pangan aman dikonsumsi hingga menjaga komoditas ekspor lolos standar internasional, peran Barantin dinilai semakin strategis di tengah meningkatnya arus perdagangan global.


Hal itu menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa'adah, saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (17/7/2026).


Menurut Rina, semangat para petugas karantina di lapangan sudah sangat baik. Namun, semangat saja tidak cukup jika belum didukung fasilitas, laboratorium, dan sumber daya manusia yang memadai.


"Kami melihat semangat teman-teman karantina dalam menjaga pintu masuk dan keluar komoditas sangat luar biasa. Tetapi sarana, prasarana, dan perlengkapannya masih perlu ditingkatkan," ujar Rina.


Politisi muda Fraksi PKB itu menilai laboratorium yang modern dan tersertifikasi menjadi kunci agar setiap komoditas yang masuk ke Indonesia benar-benar aman, sekaligus memastikan produk ekspor nasional mampu memenuhi standar negara tujuan.


Menurutnya, penguatan Barantin tidak bisa ditunda. Selain membutuhkan dukungan anggaran, lembaga yang baru berdiri tersebut juga perlu memperkuat kerja sama dengan berbagai negara agar sistem karantina Indonesia semakin diakui di tingkat internasional.


"Kami mendukung Badan Karantina Indonesia agar mendapat penguatan dari sisi anggaran sehingga kualitas laboratorium, peralatan, serta kerja sama internasionalnya terus meningkat," katanya.


lebih lanjut, Rina menegaskan, penguatan Barantin bukan sekadar soal meningkatkan fasilitas. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan investasi untuk melindungi kesehatan masyarakat, menjaga keamanan pangan, memperkuat biosekuriti nasional, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.


Dengan laboratorium yang lebih modern, SDM yang semakin kompeten, dan dukungan anggaran yang memadai, Barantin diharapkan mampu menjadi benteng utama Indonesia dalam menghadapi tantangan perdagangan internasional yang semakin kompleks.


"Kalau ingin produk Indonesia makin dipercaya dunia, maka sistem karantinanya juga harus naik kelas," pungkas Rina.


0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *.

Loading...
Tidak Ada Komentar